Posted by: Mama Selma on: February 7, 2009
Bukan barang baru, tapi will last long…
Surat Cinta dari Opa Buffet:
We begin this New Year with dampened enthusiasm and dented optimism. Our happiness is diluted and our peace is threatened by the financial illness that has infected our families, organizations and nations. Everyone is desperate to find a remedy that will cure their financial illness and help them recover their financial health. They expect the financial experts to provide them with remedies, forgetting the fact that it is these experts who created this financial mess.
Every new year, I adopt a couple of old maxims as my beacons to guide my future. This self-prescribed therapy has ensured that with each passing year, I grow wiser and not older. This year, I invite you to tap into the financial wisdom of our elders along with me, and become financially wiser.
Ø Hard work: All hard work bring a profit, but mere talk leads only to poverty.
Ø Laziness: A sleeping lobster is carried away by the water current.
Ø Earnings: Never depend on a single source of income. [At least make your Investments get you second earning]
Ø Spending: If you buy things you don’t need, you’ll soon sell things you need.
Ø Savings: Don’t save what is left after spending; Spend what is left after saving.
Ø Borrowings: The borrower becomes the lender’s slave.
Ø Accounting: It’s no use carrying an umbrella, if your shoes are leaking.
Ø Auditing: Beware of little expenses; A small leak can sink a large ship.
Ø Risk-taking: Never test the depth of the river with both feet. [Have an alternate plan ready]
Ø Investment: Don’t put all your eggs in one basket.
I’m certain that those who have already been practicing these principles remain financially healthy. I’m equally confident that those who resolve to start practicing these principles will quickly regain their financial health.
With Best Regards,
Warren Buffet
(bukan dari aku, lhooo)
Posted by: Mama Selma on: February 7, 2009
Howard Gardner, dalam bukunya Multiple Intelligences (Kecerdasan Ganda), membagi kecerdasan anak dalam spektrum yang cukup luas.
1. Kecerdasan matematika dan logika atau cerdas angka.
2. Kecerdasan bahasa atau cerdas kata.
3. Kecerdasan musikal atau cerdas musik.
4. Kecerdasan visual spasial atau cerdas gambar.
5. Kecerdasan kinestetik atau cerdas gerak.
6. Kecerdasan inter personal atau cerdas teman.
7. Kecerdasan intra personal atau cerdas diri.
8. Kecerdasan naturalis atau cerdas alam.
Posted by: Mama Selma on: February 7, 2009
Alhamdulillah… sejak tidak lagi bekerja kantoran, kini aku bisa mengikuti berbagai macam kegiatan yang Insya Allah bermanfaat. Paling tidak sekarang aku bisa beraktifitas dengan tenang setelah menyiapkan dan mengantarkan anak-anak ke sekolah.
Memang kegiatanku belum begitu banyak, karena memang masih ingin menjalani semuanya dengan tenang dan tidak terburu-buru. Karena target ada di tanganku sendiri, maka goal setting-nya jadi lebih bermakna. Setiap langkah amat sangat berpengaruh terhadap aktualisasi pribadiku.
Saat ini kegiatan yang aku jalani, adalah:
Terima kasih ya Allah atas kesempatannya yang membahagiakan ini.
Posted by: Mama Selma on: January 16, 2009
Seperti yang sudah kuduga, ada beberapa teman yang menyetujui postinganku sebelumnya, walaupun tidak berani untuk comment secara langsung kecuali Jeng Endang, dan tentunya ada juga yang meradang dan kurang berkenan dengannya terutama karena merasa terintimidasi. Bahkan di beberapa kasus ada yang sampai berbalas pantun email privately, sekedar untuk menuntaskan rasa penasarannya dengan keterusterangannku.
Agar tidak menyakiti hati teman, sahabat, saudara yang tidak seiman, di bawah aku nukilkan beberapa ayat di Al-Qur’an yang prinsipnya adalah menyerukan kita untuk saling menjaga hubungan baik, terutama jika situasinya kita (umat Islam di Indonesia) sedang damai atau tidak sedang diserang oleh kaum Musyrikin (Yahudi dan Nasrani) …walaupun sedihnya, saat ini saudara2 kita di Palestina sedang didzolimi oleh Yahudi Zionist.
Yang jelas, kita akan selalu dan harus hidup dengan damai dan berdampingan, walaupun secara keyakinan, kita tidak sepaham. Lagi2 karena sudah jelas disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa lakum dinukum waliyadin..untukmu agamamu dan untukku agamaku…
Allah SWT memerintahkan Rasulullah SAW untuk berlaku ADIL kepada semua umat beragama, semua suku2 bangsa,
dan menegakan kebenaran sebagai tonggak ajaran ajaran agama Allah. Inilah peringatan2 Allah kepada Rasulullah saw, untuk kita renungkan dengan baik.
1. Allah SWT tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu dalam (urusan) agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. QS Al-Mumtahanah (60) : 8.
Jadi kita umat islam diperintahkan untuk berlaku adil kepada umat non islam(yahudi,nasrani, budha dll)Berlaku adil artinya kita melakukan keadilan sama dgn umat islam, tidak ada diskriminasi.Kalau keadilan dilakukan, barulah
kelihatan keindahan ajaran2 islam itu.
2. Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum (Musyrik Yahudi, Nasrani), mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. QS Al-Maidah (5) : 8.
3. Mudah-mudahan Allah menimbulkan kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka. Dan Allah adalah Maha Kuasa. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. QS Al-Mumtahanah (60) : 7.
4. Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku(bermacam bahasa, agama, budaya) supaya kamu saling kenal mengenal (saling bersahabat, saling tolong menolong dalam berbuat kebajikan). Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. QS Al-Hujurat (49) : 13.
5. Allah berfirman; “Jika sekiranya kamu bersikap keras, kasar, jahat budi pekerti, berhati kasar (tidak lemah lembut,
tidak senyum), niscaya larilah tamu-tamu itu dari kamu.” QS Ali-Imron (3) : 159.
Posted by: Mama Selma on: December 24, 2008
Situasi ini selalu berulang tiap tahun. Terutama menjelang 25 Desember. Sebagian saudara, mantan rekan kerja dan atasanku serta para sahabat yang sudah seperti saudara sendiri saat ini pada bergairah menyambut hari raya mereka.
Secara hablum minan nas (hubungan dengan sesama manusia), ingin sekali hati ini menyampaikan kegembiraan sebagaimana yang mereka rasakan. Tetapi secara dinniyah, jelas2 hal ini tidak benar.
Oh saudaraku, semoga kalian memaafkan aku yang berusaha menjalankan syariat dengan keyakinan yang dilandasi olah-pikir yang berdasarkan haqqul ‘ilmi (ilmu yang nyata/benar) yang bersumber pada Al-Qur’an. Sebaliknya, Al-Kitab mu yang kupunyai pun telah penuh catatan sebagai bentuk tanggung jawabku dalam meng-amini tulisan berikut. Semoga kalian memahami situasiku… Lakum diinukum waliyadiin… bagimu agamamu, dan bagiku agamaku… tidak ada maksud lain.
Sesungguhnya Islam adalah agama bagi orang-orang yang mau berpikir.
Apa ajaran Yesus yang sebenarnya ?
Yesus mengajarkan Tauhid
Markus 12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Yesus menyerukan pada bani Israel untuk meng-esakan Allah. Yesus tidak pernah mengajarkan TRINITAS.
Yesus datang untuk menegakkan Hukum Taurat
Matius 5:17-18 “Janganlah kamu menyangka, bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titik pun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat, sebelum semuanya terjadi.
Lukas 16:17 Lebih mudah langit dan bumi lenyap dari pada satu titik dari hukum Taurat batal.
Yesus tidak membawa ajaran baru. Kedatangan Yesus bukan untuk meniadakan/menghapus hukum Taurat yang dibawa oleh Nabi Musa tapi justru meluruskan kembali kesesatan-kesesatan bani Israel untuk kembali pada ajaran Taurat yang benar.
Yesus sunat
Lukas 2:21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibunya.
Kejadian 17:14 Dan orang yang tidak disunat, yakni laki-laki yang tidak dikerat kulit khatannya, maka orang itu harus dilenyapkan dari antara orang-orang sebangsanya: ia telah mengingkari perjanjianku.”
Mengapa Yesus sunat ? Seperti yang telah dijelaskan diatas, Yesus tidak membawa ajaran baru. Tapi Yesus melaksanakan sepenuhnya hukum Taurat. Kejadian 17:14 adalah tentang hukum sunat dalam Taurat.
Yesus mengajarkan kalau mendapat rejeki dibagi sama rasa sama rata
Lukas 22:19 Lalu Ia mengambil roti, mengucap syukur, memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, katanya: “Inilah tubuhku yang diserahkan bagi kamu; perbuatlah ini menjadi peringatan akan aku.”
Yesus melarang memanggil dirinya Tuhan
Matius 7:21-23 Bukan setiap orang yang berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapaku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepadaku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari padaku, kamu sekalian pembuat kejahatan!”
Ayat di atas sangat JELAS, bahwa Yesus menolak di panggil sebagai Tuhan.
Yesus mengatakan dirinya utusan Allah
Yohanes 7:16 Jawab Yesus kepada mereka: “Ajaranku tidak berasal dari diriku sendiri, tetapi dari Dia yang telah mengutus aku.
Yohanes 5:24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataanku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup.
Yohanes 5:30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriku sendiri; aku menghakimi sesuai dengan apa yang sku dengar, dan penghakimanku adil, sebab aku tidak menuruti kehendakku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus aku.
Yohanes 5:37 Bapa yang mengutus aku, Dialah yang bersaksi tentang aku. Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat,
Yohanes 7:33 Maka kata Yesus: “Tinggal sedikit waktu saja aku ada bersama kamu dan sesudah itu aku akan pergi kepada Dia yang telah mengutus aku.
Yohanes 8:26 Banyak yang harus kukatakan dan kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus aku, adalah benar, dan apa yang kudengar dari pada-Nya, itu yang kukatakan kepada dunia.”
Yohanes 12:44 Tetapi Yesus berseru kata-Nya: “Barangsiapa percaya kepadaku, ia bukan percaya kepadaku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus aku;
Masih banyak lagi ayat-ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang utusan (utusan = nabi). Tapi tidak pernah ada ayat yang menyatakan bahwa Yesus berkata ”Aku-lah Yesus, Tuhanmu, sembahlah aku” TIDAK PERNAH ADA AYAT SEPERTI ITU.
Yesus memerintah untuk mengajarkan ajarannya
Matius 28:20 dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah kuperintah-kan kepadamu.
Orang-orang yang memanggil Yesus Kristus/Mesias/Juruselamat adalah penyesat
Matius 24:4-5 Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai nama-Ku dan berkata: Akulah (yesus-lah) Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Yesus mengisyaratkan bahwa ajarannya akan diruntuhkan
Matius 24:2-5 Ia berkata kepada mereka: “Kamu melihat semuanya itu? Aku berkata kepadamu, sesungguhnya tidak satu batu pun di sini akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.” Kata mereka: “Katakanlah kepada kami, bilamanakah itu akan terjadi dan apakah tanda kedatanganmu dan tanda kesudahan dunia?” Jawab Yesus kepada mereka: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu! Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.
Markus 13:2 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Kaulihat gedung-gedung yang hebat ini? Tidak satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain, semuanya akan diruntuhkan.”
Lukas 21:6 “Apa yang kamu lihat di situ — akan datang harinya di mana tidak ada satu batu pun akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain; semuanya akan diruntuhkan.”
Maka sesungguhnya ajaran Yesus (Nabi Isa as) adalah hanya menyembah pada Allah SWT. Ajaran Yesus adalah ajaran yang Tauhid sama seperti nabi-nabi yang telah Allah utus sebelumnya. Banyak ayat dalam Bibel yang mengatakan Yesus hanyalah seorang utusan. Bahkan Yesus menolak dengan tegas disebut sebagai Tuhan.
Yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan dan menyuruh untuk menyembah Yesus adalah ayat-ayat yang ditulis oleh Paulus.
Semakin jelas bagi kita bahwa ayat-ayat dalam Bibel telah terkorupsi sedemikian rupa sehingga mustahil jika dijadikan pegangan dalam hidup. Sesungguhnya hanya Al-Qur’an saja Kitab yang berisi wahyu Allah yang terjaga dari pengurangan ataupun penambahan tangan-tangan manusia.
Sumber: www.irenahandono.or.id
Recent Comments